Program Studi D3 Rekam Medis

Posted by : Administrator
Share

APIKES merupakan salah satu Program Studi yang ada pada STIKES Dharma Landbouw yaitu Program Studi Diploma Tiga Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK).

Menurut UU no. 36 tahun 2014 tentang ketenagaan kesehatan, dalam hal ini dijelaskan bahwa lulusan dari diploma tiga perekam medis dan informasi kesehatan disebut sebagai Profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK), merupakan Salah satu tenaga kesehatan yang ada di Sarana Pelayanan Kesehatan (Saryankes) bidang keteknisian medis.

Lulusan D3 RMIK nantinya akan bekerja di Sarana pelayanan kesehatan (rumah sakit, puskesmas, praktek-praktek dokter, dan klinik) pada unit kerja Rekam Medis sebagai tenaga pengelola data dan informasi pelayanan kesehatan, yang dimulai dari kegiatan penerimaan pasien pada Tempat Penerimaan Pasien Rawat Jalan (TPPRJ) dan Tempat Penerimaan Pasien Rawat Inap (TPPRI). Pada TPPRJ dan TTPRI terjadi interaksi antara pasien dan petugas rekam medis yaitu wawancara tentang data sosial pasien, proses registrasi dan input data pada sistem dan dokumen rekam medis pasien. Kemudian petugas rekam medis melaksanakan kegiatan pengolahan berkas rekam medis yaitu dimulai dengan kegiatan assembling, koding, indeksing dan filing. Terakhir petugas rekam medis melakukan kegiatan statistik dan pelaporan data pelayanan kesehatan. 

Adapun profil dari lulusan, diantaranya sebagai berikut :

  1. Pengelola Unit Kerja Rekam Medis.
  2. Pengode Diagnosis Tindakan Medis (clinical coder)
  3. Pengelola Informasi Kesehatan.
  4. Mitra pengembangan Sistem Informasi Kesehatan.
  5. Mitra Peneliti.

Sedangkan peran dari lulusan D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, adalah sebagai berikut :

  1. Mampu mengelola unit kerja RMIK, meliputi berbagai sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi.
  2. Mampu menentukan kode diagnosis, tindakan maupun masalah terkait kesehatan secara akurat berdasarkan peraturan pengodean yang berlaku.
  3. Mampu mengelola berbagai macam data menjadi informasi yang dibutuhkan oleh berbagai pihak sejak pengumpulan, pengolahan data hingga penjagaan keamanan dalam pelepasan informasi baik secara manual maupun elektronik.
  4. Mampu menjembatani proses pengembangan Sistem Informasi Kesehatan dengan menyediakan informasi yang tepat antara pihak manajemen dengan pihak pengembang.
  5. Mampu mendukung kegiatan penelitian di bidang kesehatan.